Ketika sang mentari bertekuk lutut di sudut kening sang lampu kecil

Oh lampu kecil
maafkan
dan
maafkan
bila
suara
di dalam sini
tak dapat berhenti berharap
agar
sinar itu
tetap dapat menyala terus
dalam gelap

gelap
yang
selama ini
menghapus
semua
jawab.

maafkan
dan
maafkan
kalau
hanya satu jawab
yang selalu
menjawab

maafkan
dan
maafkan
dan
maafkan

kalau
kata terlanjur
sudah memerangkap

* Sepertinya kini blog ini menjadi lebih nyaman untuk dijadikan tumpah ruahan. Karena pastinya sudah lama ditinggalkan dan cocok untuk menjadi teman dari kata berbunyi kesepian :).

Semoga benar-benar sepi dan tidak ada lagi yang berminat menghampiri.
:D

2 Responses to “Ketika sang mentari bertekuk lutut di sudut kening sang lampu kecil”

  1. Gothesque Says:

    :D

  2. aditbujubuneng Says:

    Alamak.. dia tertawa..

Leave a Reply